Di Balik Ide Paspor Hijau

Ketika pertama kali menulis blog di Multiply  belasan tahun yang lalu (eh sudah belasan atau masih puluhan ya?), saya memilih memfokuskan diri untuk menulis cerita gado-gado dan cerita sosial. Hobi menulis cerita-cerita dengan tema ini banyak dipicu kegemaran saya membaca cerita gado-gado di majalah Femina sejak usia remaja. Kendati menyukai jalan-jalan, cerita perjalanan saya hanya menjadi cerita selingan yang terserak dan tak tertata di blog saya http://www.binibule.com.

Beberapa tahun yang lalu, muncul ide untuk memisahkan tulisan-tulisan tersebut dalam blog terpisah. Tapi ide itu tak segera diwujudkan karena berbagai hal. Salah satu alasannya tentu saja malas karena harus berkomitmen pada dua blog. Pada saat yang sama, saya juga bingung harus memilih domain apa jika memisahkan cerita-cerita perjalanan.

Beberapa minggu belakangan ini, saya berdiskusi panjang dengan seorang teman, anak muda yang sudah menjelajah lebih dari 50 negara. Inti diskusi itu satu, saya menyemangatinya untuk menuangkan cerita perjalanannya mengelilingi negara-negara tersebut. Dalam diskusi kami, saya melemparkan beberapa domain yang terdengar menarik. Salah satunya pasporthijau.com. Nama paspor hijau ini tentu saja berangkat dari warna paspor kita yang hijau. Paspor kecintaan yang seringkali menjadi bahan celaan, karena tak memberikan privilege apa-apa.

Sayangnya, atau mungkin lebih tepatnya, syukurnya, nama ini ditolak oleh sang teman. Alhasil, nama ini saya gunakan untuk mewujudan ide yang tertunda selama lebih dari empat tahun. Tag blog ini sendiri, not a travel blogger, atau dalam bahasa Indonesinya bukan travel blogger, untuk menggarisbawahi bahwa saya memang bukan travel blogger. Saya hanya social blogger yang kadang-kadang jalan-jalan dan mengumpulkan cerita perjalanannya di satu platform  tersendiri. Siapa tahu, cerita saya berguna dan bisa menyentil para pemegang paspor hijau lainnya supaya ikut jalan-jalan dengan paspornya yang sakti itu.

Cerita perjalanan saya, termasuk #JelajahIrlandia, perlahan-lahan akan saya pindahkan ke dalam blog ini. Sementara untuk akun media sosial di Twitter dan Instagram tetap, tak berubah. @BinibuleID di Twitter serta @binibule di IG. Silahkan difollow ya. Untuk IG @ailsadempsey gak usah difollow deh, karena itu akun khusus kerjaan.

Have a nice day everyone!

Xx,
Tjetje

Advertisements

6 thoughts on “Di Balik Ide Paspor Hijau

  1. mbak aku lho pengen nggawe blog tpi kok yo muales hahahahahahha aku g seneng nulis trus aku g terlalu seneng d depan laptop kecuali lg browsing yg emang perlu ato tugas2 aja

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s