Cara Melawan Jetlag

Jetlag merupakan konsekuensi tak mengenakkan yang disebabkan perpindahan dari satu wilayah waktu ke wilayah waktu lain secara cepat. Kondisi ini juga dikenal dengan nama desynchronosis, tapi gak usah repot-repot ngapalin nama yang bikin lidah keplintir.

Dalam bahasa Indonesia sendiri jetlag disebut sebagai penat terbang atau lelah karena penerbangan. Kondisi psikologi yang mengacaukan ritme dalam tubuh ini biasanya banyak dialami oleh mereka yang bepergian lintas negara. Eh tapi, dari ujung Indonesia ke ujung lainnya juga menyebabkan jetlag lho. Saya sendiri pernah mengalaminya ketika harus pergi ke Ambon dan setibanya disana langsung dihajar oleh pekerjaan.

Jetlag sendiri dipercaya akan sedikit parah ketika bepergian dari barat ke Timur. Seperti perjalanan saya mudik ke Indonesia kemarin. Mudiknya hanya dua minggu sementara liburannya juga hanya dua minggu. Keparahan ini disebabkan fakta bahwa terjadi penambahan waktu, dalam kasus saya misalnya dari GMT 0 ke GMT+7. Sebaliknya, dari Indonesia ke Irlandia, jetlagnya tak terlalu parah dan bisa beres dalam dua tiga hari saja.

Lalu apa yang terjadi saat Jetlag? 

Yang pertama tentunya jam tubuh kacau. Di saat orang lain terlelap mata saya tak bisa diajak bekerjasama. Lampu dimatikan sekalipun mata saya tetap 100 watt. Padahal, dalam perjalanan saya selalu mengatur waktu tidur sedemikian rupa.
Selain itu, jam ke kamar mandi pun juga ikut kacau. Bagi mereka yang punya jadwal rutin pada jam tertentu, kerutinan ini tiba-tiba bisa bergeser ke pagi buta ketika ayam jago masih terlelap.

Saat orang-orang terjaga dan mulai beraktifitas, saya pun teler, tak bisa bangun dan badan rasanya sakit semua. #HayatiLelahBang.

Saat liburan tentunya hal seperti ini mengganggu. Apalagi jika berurusan dengan pekerjaan dan tiba-tiba harus memberikan presentasi. #CurhatBow
Jika demikian, bagaimana cara mengatasi jetlag?
Minum air yang banyak

Begitu saran dari beberapa artikel yang saya baca. Tapi saya menambahkan air dengan kopi hitam pekat khas Indonesia. Konon kopi dan alkohol tak disarankan, but screw it. Bagi saya yang bukan peminum kopi, kopi masih memberikan efek luar biasa ketika diminum. Makanya saya tak mau minum kecuali benar-benar ingin terjaga.

Sayangnya kopi tak selalu berguna, apalagi jika terbang dari Barat ke Timur. Seringkali karena tubuh sudah terlalu lelah, kopi hanya memberikan kekuatan beberapa menit saja. Setelah itu ya teler lagi.

Atur tidur saat bepergian 

Biasanya sebelum bepergian saya menghitung waktu di tempat saya berada, memperkirakan lama perjalanan serta waktu transit (dimana kadang saya dipaksa jalan) hingga waktu kedatangan. Dari situ saya kemudian memperkirakan bagaimana saya harus mengatur waktu tidur. Ada juga orang-orang yang mengatur jetlag dengan tidur lebih awal dari biasanya sebelum perjalanan, tapi buat saya ini terlalu ribet.

Jadi bagaimana cara mengatur tidur ini? Misalnya dari Dublin saya berangkat di pagi hari dan tiba di Indonesia di Malang hari. Ini artinya selama perjalanan dari Dublin sampai ke Indonesia saya harus membuka mata terus, sehingga saat tiba di Jakarta saya dalam kondisi teler dan langsung tidur.

Bagaimana kalau saya ketiduran di pesawat? Biasanya saya atur tak boleh tidur lebih dari beberapa jam. Saya juga mengkonsumsi alkohol di dalam penerbangan, terutama menjelang kedatangan supaya saat tiba bisa tidur dengan pulas.
Olahraga

Cara tercepat untuk membuat tubuh lelah adalah berolahraga yang membakar banyak kalori. Berenang, lari, bersepeda, atau bahkan jalan-jalan keliling bandara dan keluar masuk toko. Gak usah pakai belanja ya.  Nah, begitu tiba di negara tujuan, badan harus langsung digempur olahraga, lagi-lagi biar capai. Kalau gak bisa ya cukup bergerak aja, yang penting jangan diam.

Saya sendiri kalau berolahraga bisa dipastikan semakin segar dan tak mau tidur lagi. Jadi teori ini gak berguna bagi saya.

Minum obat tidur 

Bagi mereka yang bekerja, jam 3 pagi masih gegulingan di atas tempat tidur dan tak bisa memejamkan mata itu benar-benar siksaan luar biasa. Apalagi jika esoknya pekerjaan kantor menanti. Bisa dipastikan konsentrasi hancur dan kualitas pekerjaan menurun. Nah jika bener-bener diperlukan, konsultasi aja ke dokter untuk minta obat tidur. Tapi ingat ya, mesti ke dokter. Jangan asal ke apotek lalu minta obat tanpa konsultasi.

Kamu, punya cara untuk mengatasi jetlag?

Xx,
Tjetje
Sudah gak jetlag lagi. Horeeee!

Advertisements

5 thoughts on “Cara Melawan Jetlag

  1. Aku biasanya jet lag parah klo pulang ke Indonesia. Sama juga suka konsumsi alkohol di pesawat biar bisa tidur. Tapi terakhir pulang udah ga terlalu parah, karena betul –> olahraga. Badan jadi seger siang hari dan capek pada waktunya (malam hari)

    Cuman, kenapa ya fitness center di Indonesia itu mahalnya amit2 haha, disini udah jadi basal needs, di Indonesia masih luxury goods soalnya.

    Like

  2. Owalaahh blog anyar ya iki. Aku baru ngeh 😁 Bener, jetlag dari Barat ke Timur memang menyiksa. Bisa seminggu lebih. Aku sekarang juga kena “jetlag” nih. Sejak winter time, jam 8 mataku sudah sayu dan jam 3 pagi terang benderang dan ga bisa tidur lagi. Sebelum perubahan waktu, jam 11 malam baru tidur, jam 5 pagi bangun.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s