Mullingar: Menengok Kampung Niall Horan

Saya ini bukan Directioner, hanya perempuan baik hati yang mau mengantarkan adik sepupunya ke Mullingar. Mullingar sendiri merupakan kampung halaman Niall Horan, salah satu personel One Direction yang baru saja merilis lagu dengan judul “This Town”.

Tujuan pertama kami adalah rumahnya Niall Horan yang menurut Internet ada di kawasan Raithin Road. Dengan teknologi, kami bisa mencapai rumah tersebut, tapi sangsi apakah betul itu rumahnya. Eh baru saja kami parkir, tiba-tiba ada pria yang membuka pintu dan melambaikan tangan. Ramah banget deh, saya sampai GR aja karena nyangka ini abangnya Niall. Ternyata warga kampung disana udah biasa ketemu orang yang nyasar dan dialah yang menunjukkan kalau rumah Niall ada di kampung sebelahnya lagi. Abang ini juga baik banget, nunjukin gak pakai minta bayaran apa-apa. Coba kalau di Indonesia, pasti udah dipalak uang rokok deh.

Kampung sebelah ternyata lebih tenang, tak ada orang. Satu-satunya orang yang bisa kami temui hanya remaja yang pacaran di dekat lapangan. Tentu saja remaja itu kami usik dengan pernyataan dimana rumah Niall. Ternyata, saat itu kami sudah parkir persis di rumahnya. Wah sepupu saya langsung senyam-senyum tak berhenti, sambil berpose aneka rupa di depan rumah orang tua Niall. Khas turis Indonesia banget deh. Sementara saya merhatiin kelakuan anak muda jaman sekarang ini sambil nyemil Taro.

 

Nih penampakan rumah orang tuanya Niall di Mullingar sana.

Rumah orang tua Niall sendiri sangat sederhana. Jauh dari kesan rumah seleb. Engga ada satpam yang menunggu di depan rumah, apalagi bodyguard ataupun paparazzi. Lha wong dalam setahun dia cuma sehari dua hari saja di Mullingar, ngapain juga pakai pasukan pengaman ya.

Puas motret-motret, saya dan suami memutuskan untuk membawa sepupu makan siang di hotel tempat Niall diwawancarai untuk film “This Is Us”, nama hotelnya The Greville Arms. Hotel kecil yang menyajikan makanan dengan gaya warung Tegal (tunjuk makanan di balik lemari kaca, terus bayar) menyimpan dua British Award milik Niall. Award itu memang sengaja dipinjamkan dan diletakkan di depan meja resepsionis. Begini penampakannya:

Saya pun duduk di depan kaca ini bersama sepupu yang heboh mengisi buku tamu dengan kata-kata manis untuk Niall. Tiba-tiba, sang manager hotel menghampiri kami untuk basa-basi menanyakan negara asal kami, lalu dia bercerita tentang pengalamannya berinteraksi dengan keluarga Niall. Sumpahlah ini basa-basi khas Irlandia bangetlah. Bedanya, basa-basi ini diakhiri dengan tawaran untuk bertemu dengan Bapaknya Niall. Ya tentu saja sepupu saya jejingkrakan sambil menahan diri untuk tak menangis. Jangan tanya kenapa ia mau menangis hanya gara-gara akan ketemu si Bapak, saya pun gagal paham. Apalagi si bapak ini tak bisa nyanyi.
Kesan pertama ketemu bapaknya Niall, ia begitu sederhana. Jauh dari kesan bapak-bapak glamor, apalagi cetar membahana. Padahal anaknya sudah mendunia dengan kekayaan yang diprediksi lebih dari 25 juta dollar. Soal kesederhanaan, si Niall ini konon terkenal sebagai salah satu anggota 1D yang paling sederhana. Ketara banget kalau si Bapak ini gak numpang tenar terus langsung jadi manager anaknya. Boro-boro jadi manager, dia ketemu anaknya aja jarang.

Terus ngapain aja sama Bapaknya Niall? Ngobrol dong, nanya ini itu tentang anaknya. Kebetulan pada saat bersamaan ada Ibu-Ibu yang mengantarkan tamunya dari Jepang. Dia bertanya hal aneh-aneh, seperti bagaimana cara anak-anak ini menjaga kesehatannya *yang mana ini katanya udah dibahas di film mereka*. Ternyata ada chef yang jalan bersama rombongan sirkus One Direction. Jumlah rombongannya sendiri ada sekitar 100 orang lebih. Untuk tur di Eropa sih mereka enak, hanya perlu terbang dari satu kota ke kota lain. Yang melelahkan jika mereka harus tur di Amerika, karena mesti bepergian dengan bis. Bis ini sendiri sudah pergi meninggalkan venue ketika fans belum meninggalkan kursi. Jadi para fans gak usah mati-matian nungguin 1D kalau habis konser, percuma.

Bapaknya Niall, namanya Bobby, yang mirip dengan anaknya ini juga pernah ngikut anaknya ke Jepang. Kirain dia semangat gitu nonton anaknya konser, eh ternyata pas disana dia lebih semangat urusan sepakbola. Irlandia banget lah ya, olahraga nomor satu.

Engga ngefans tapi ikutan foto.

Si Bapak juga sempat nanya apakah kita sempat ke rumah mereka. Kita pun mengakui bahwa udah mampir kesana untuk foto-foto di luar. Yang dijawab mestinya kita ngetuk untuk say hi. Saya sebenernya mau melakukan hal itu, tapi berhubung suami melarang, batal deh. Alasan suami sih masuk akal, takut mengganggu privacy keluarga ini. Sementara saya mikir praktis, kan udah jauh-jauh nyetir ke Mullingar. #JauhLhoKayakJakartaBekasiDiHariJumatMalamHabisHujanPula

Ada banyak lagi hal-hal yang kami obrolkan dan di akhir perbincangan kami mengucapkan terimakasih karena si Bapak, yang namanya Bobby, sudah meluangkan waktu untuk bisa bertemu dengan kita semua.
Eh, si bapak yang malah terimakasih dengan para fans yang sudah membuat mimpi Niall untuk jadi penyanyi terwujud. Such a humble man. Tradisi menemui fans ini ternyata dilakukan tak hanya oleh si Bapak, tapi juga oleh ibu Niall dan neneknya yang rajin makan siang di hotel ini. Jadi kalau pas kesana, siapa tahu bisa samprokan dengan ibunya di warung  restauran hotel ini.

Sebagai orang yang tak ngefans dengan Niall Horan, saya takjub melihat bagaimana anak ini bisa membuat kota sekecil Mullingar dikenal dan dicari oleh banyak fans dari berbagai belahan dunia. He basically puts Mullingar in the map. Para fans remaja ini gak main-main lho, ada yang bertahun-tahun merayu orangtuanya untuk menabung dan jauh-jauh dari ujung dunia liburan ke Irlandia. Mungkin ini namanya fans berat ya.

Fakta tentang Mullingar:

  • Town (kota kecil) ini berpenduduk 19.794 di tahun 2011. Kecil banget.
  • Selain Niall, penyanyi lain yang berasal dari sini adalah Joe Dolan (1939-2007). Mungkin kalian harus nanya nenek atau mama tentang penyanyi ini. Yang punya Ryan Air (ini Air Asia versi Irlandia) juga berasal dari tempat ini.
  • Ada idiom yang melibatkan Mullingar, yaitu “beef to the heel like a Mullingar heifer, yang artinya gendut.


Kalian ada yang ngefans sama Niall? 

xx,
Tjetje
Contact me if you want a tour from Dublin to 
Mullingar

Advertisements

Cara Melawan Jetlag

Jetlag merupakan konsekuensi tak mengenakkan yang disebabkan perpindahan dari satu wilayah waktu ke wilayah waktu lain secara cepat. Kondisi ini juga dikenal dengan nama desynchronosis, tapi gak usah repot-repot ngapalin nama yang bikin lidah keplintir.

Dalam bahasa Indonesia sendiri jetlag disebut sebagai penat terbang atau lelah karena penerbangan. Kondisi psikologi yang mengacaukan ritme dalam tubuh ini biasanya banyak dialami oleh mereka yang bepergian lintas negara. Eh tapi, dari ujung Indonesia ke ujung lainnya juga menyebabkan jetlag lho. Saya sendiri pernah mengalaminya ketika harus pergi ke Ambon dan setibanya disana langsung dihajar oleh pekerjaan.

Jetlag sendiri dipercaya akan sedikit parah ketika bepergian dari barat ke Timur. Seperti perjalanan saya mudik ke Indonesia kemarin. Mudiknya hanya dua minggu sementara liburannya juga hanya dua minggu. Keparahan ini disebabkan fakta bahwa terjadi penambahan waktu, dalam kasus saya misalnya dari GMT 0 ke GMT+7. Sebaliknya, dari Indonesia ke Irlandia, jetlagnya tak terlalu parah dan bisa beres dalam dua tiga hari saja.

Lalu apa yang terjadi saat Jetlag? 

Yang pertama tentunya jam tubuh kacau. Di saat orang lain terlelap mata saya tak bisa diajak bekerjasama. Lampu dimatikan sekalipun mata saya tetap 100 watt. Padahal, dalam perjalanan saya selalu mengatur waktu tidur sedemikian rupa.
Selain itu, jam ke kamar mandi pun juga ikut kacau. Bagi mereka yang punya jadwal rutin pada jam tertentu, kerutinan ini tiba-tiba bisa bergeser ke pagi buta ketika ayam jago masih terlelap.

Saat orang-orang terjaga dan mulai beraktifitas, saya pun teler, tak bisa bangun dan badan rasanya sakit semua. #HayatiLelahBang.

Saat liburan tentunya hal seperti ini mengganggu. Apalagi jika berurusan dengan pekerjaan dan tiba-tiba harus memberikan presentasi. #CurhatBow
Jika demikian, bagaimana cara mengatasi jetlag?
Minum air yang banyak

Begitu saran dari beberapa artikel yang saya baca. Tapi saya menambahkan air dengan kopi hitam pekat khas Indonesia. Konon kopi dan alkohol tak disarankan, but screw it. Bagi saya yang bukan peminum kopi, kopi masih memberikan efek luar biasa ketika diminum. Makanya saya tak mau minum kecuali benar-benar ingin terjaga.

Sayangnya kopi tak selalu berguna, apalagi jika terbang dari Barat ke Timur. Seringkali karena tubuh sudah terlalu lelah, kopi hanya memberikan kekuatan beberapa menit saja. Setelah itu ya teler lagi.

Atur tidur saat bepergian 

Biasanya sebelum bepergian saya menghitung waktu di tempat saya berada, memperkirakan lama perjalanan serta waktu transit (dimana kadang saya dipaksa jalan) hingga waktu kedatangan. Dari situ saya kemudian memperkirakan bagaimana saya harus mengatur waktu tidur. Ada juga orang-orang yang mengatur jetlag dengan tidur lebih awal dari biasanya sebelum perjalanan, tapi buat saya ini terlalu ribet.

Jadi bagaimana cara mengatur tidur ini? Misalnya dari Dublin saya berangkat di pagi hari dan tiba di Indonesia di Malang hari. Ini artinya selama perjalanan dari Dublin sampai ke Indonesia saya harus membuka mata terus, sehingga saat tiba di Jakarta saya dalam kondisi teler dan langsung tidur.

Bagaimana kalau saya ketiduran di pesawat? Biasanya saya atur tak boleh tidur lebih dari beberapa jam. Saya juga mengkonsumsi alkohol di dalam penerbangan, terutama menjelang kedatangan supaya saat tiba bisa tidur dengan pulas.
Olahraga

Cara tercepat untuk membuat tubuh lelah adalah berolahraga yang membakar banyak kalori. Berenang, lari, bersepeda, atau bahkan jalan-jalan keliling bandara dan keluar masuk toko. Gak usah pakai belanja ya.  Nah, begitu tiba di negara tujuan, badan harus langsung digempur olahraga, lagi-lagi biar capai. Kalau gak bisa ya cukup bergerak aja, yang penting jangan diam.

Saya sendiri kalau berolahraga bisa dipastikan semakin segar dan tak mau tidur lagi. Jadi teori ini gak berguna bagi saya.

Minum obat tidur 

Bagi mereka yang bekerja, jam 3 pagi masih gegulingan di atas tempat tidur dan tak bisa memejamkan mata itu benar-benar siksaan luar biasa. Apalagi jika esoknya pekerjaan kantor menanti. Bisa dipastikan konsentrasi hancur dan kualitas pekerjaan menurun. Nah jika bener-bener diperlukan, konsultasi aja ke dokter untuk minta obat tidur. Tapi ingat ya, mesti ke dokter. Jangan asal ke apotek lalu minta obat tanpa konsultasi.

Kamu, punya cara untuk mengatasi jetlag?

Xx,
Tjetje
Sudah gak jetlag lagi. Horeeee!